ads

Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5


Mendaki? Siapa Takut…..

Sebagai pemula tentu ada kekhawatiran ketika mendaki pertama kali, mungkin kita bertanya kesana kemari untuk memastikan apa saja yang diperlukan untuk mendaki atau di zaman yang canggih sekarang ini kita tinggal browsing dan mencari tahu apapun yang kita inginkan. Mendaki itu menyenangkan kalau kita senang, makanya ayo persiapkan pendakianmu agar menyenangkan nantinya. Disini saya akan membagikan sedikit pengalaman saya mendaki gunung.


Mendaki di Gunung Batur ada 3 tipe pendaki :

1. Pendaki Santai

Pendaki Santai adalah pendaki dengan persiapan lengkap untuk mendaki dan biasanya dilakukan  saat malam hari, bertujuan untuk menikmati suasana alam dan dinginnya Gunung Batur. Ciri – ciri pendaki ini adalah mereka biasanya membawa tenda untuk menginap dan juga membawa peralatan masak sederhana untuk memasak air panas atau mie. Biasanya mereka juga berpakaian lengkap, mulai dari kupluk, jaket tebal, sarung tangan, celana panjang, kaos kaki, bersepatu, dan juga membawa tas yang berat. Tipe ini memerlukan stamina yang cukup untuk membawa barang – barang mereka.

2. Pendaki Hybrid / Bolang

Pendaki Nekat adalah pendaki dengan persiapan setengah matang biasanya dilakukan tengah malam, bertujuan untuk mendaki tepat waktu sebelum matahari terbit tapi tetap bisa istirahat / tidur sebelum sampai puncak. Ciri pendaki ini biasanya berjumlah banyak, membawa perlatan tidur sederhana selimut / sleeping bag, kantong mayat, flysheet, dan mereka membawa bekal roti dan air yang cukup. Pendaki tipe ini siap untuk tidur di alam bebas, ada yang beralaskan kantong mayat, lantai, membuat tenda sederhana dengan flysheet, atau tidur di semak – semak supaya sedikit terhindar dari terpaan angin malam yang dingin. Tipe ini adalah tipe pendaki dadakan dengan persiapan sedikit tapi tetap bisa menikmati dinginnya angin malam di Gunung Batur.

3. Pendaki Pemberani

Pendaki Pemberani adalah pendaki dengan persiapan stamina yang matang dan biasanya dilakukan pagi hari, bertujuan untuk mencapai puncak dan melihat matahari terbit. Ciri pendaki ini biasanya mengunakan pakaian yang minim, karena mereka terus bergerak dan berkeringat sehingga tidak akan merasa terlalu dingin meski dengan pakaian minim. Setelah matahari terbit mereka biasanya langsung bergegas menuruni Gunung batur.



Perlengkapan yang cocok dibawa ketika mendaki Gunung Batur sebaiknya disesuaikan dengan tipe pendakian yang akan dilakukan, saya akan menjelaskan pendakian tipe 2 yaitu Hybrid / Bolang. Ini tipe standard untuk melakukan pendakian di Gunung Batur. Berikut saya akan menjelaskan secara rinci perlengkapan yang perlu dipersiapkan untuk mendaki saya bagi menjadi 4 bagian, yaitu :

1. Kepala
  • Topi Kupluk (Berguna untuk menghangatkan bagian kepala dan telinga)
  • Masker (Berguna untuk melindungi hidung dan mulut dari debu pasir)


Tips n Trik :
Topi Kupluk akan saat berguna ketika tidur karena akan menghangatkan kepala dan telinga dari dingin, sedangkan ketika pendakian mungkin akan membuat kita menjadi berkeringat, sebaiknya digunakan sesuai kebutuhan terutama saat tidur.
Masker gunakan jika melewati tempat berdebu karena jika tidak terbiasa dan digunakan saat mendaki menjadi agak susah bernafas.

2. Badan
  • Jaket Waterproof (Berguna melindungi badan dari cuaca ekstrim yang mungkin terjadi saat pendakian)
  • Baju Kaos Tipis

Tips n Trik :
Kenapa Jaket Waterproof? Karena jaket ini melindungi dari angin dan hujan yang mungkin terjadi. Jika tidak bisa menggunakan jaket tebal yang hangat, jaket ini bisa digunakan saat tidur agar tidak kedinginan. Namun ketika pendakian jaket ini mungkin akan membuat kita berkeringat, saran saya sesuaikan penggunaan jaket saat pendakian. Jika berkeringat berlebih sebaiknya jaket dilepas supaya tidak basah karena keringat.
Saat pendakian saya sarankan menggunakan baju kaos karena kita akan banyak berkeringat, dengan memakai baju kaos saat mendaki panas tubuh akan dinetralisir oleh udara dingin gunung

3. Tangan dan Kaki
  • Selop Tangan
  • Kaos Kaki
  • Sepatu / Sandal Gunung

Tips n Trik :
Selop Tangan sebaiknya digunakan saat tidur saja, bisa digunakan saat pendakian untuk berpengangan pada bebatuan ataupun ranting atau untuk mengilangkan dingin (Sesuaikan dengan kondisi)
Kaos Kaki Tipis gunakan saat mendaki supaya kaki terlindungi. Kaos Kaki Tebal digunakan saat tidur supaya hangat (Bahan Wool). Biasanya kalau tidur bagian kaki yang paling sering terserang dingin, jadi wajib membawa kaos kaki tebal jika tidak membawa Sleeping Bag.
Sepatu atau Sandal Gunung disesuaikan dengan kenyamanan pendakian. Sepatu lebih hangat dan lebih melindungi kaki kita, tapi jika cuaca hujan agak merepotkan jika basah dan kadang membuat jari – jari kaki sakit selama pendakian. Sandal Gunung membuat kita lebih leluasa menggerakkan kaki, tapi mungkin putus ditengah pendakian. Sesuaikan dengan kenyamanan masing – masing saat pendakian

4. Tas (Perbekalan)
  • Makanan Dan Minuman
  • Perlengkapan Tidur
  • Senter
  • Power Bank
  • Obat – Obatan Pribadi
  • Jas Hujan batman
  • Cover Bag

Tips n Trik :
  • Makanan, Bawa roti secukupnya untuk makan malam dan sarapan, coklat, dll. Minuman beberapa Air Meneral ukuran sedang, Nata de Coco, dll
  • Perlengkapan Tidur (Sleeping Bag / Selimut (Sesuaikan), Alas tidur (Plastik Kantong Mayat dll)
  • Senter (Bawa beberapa senter dan juga baterai cadangan)
  • Power Bank (Buat yang suka foto – foto wajib membawa ini untuk jaga – jaga )
  • Obat – Obatan Pribadi (Jika mempunyai penyakit bawaan atau alergi silahkan dibawa, Lainnya bawa minyak kayu putih dll)
  • Jas Hujan wajib dibawa jika hujan mendadak, disarankan Jas Hujan Batman karena multifungsi. Cepat digunakan saat hujan turun, dan juga bisa dijadikan atap atau alas tidur.
  • Cover Bag (Disesuaikan) Berguna jika hujan ringan atau gerimis terjadi sehingga tas tidak basah



Tips & Trik Menyusun Tas Perbekalan :
  • Perlengkapan tidur & Pakaian sebaiknya diletakkan dibagian bawah dan harus dibungkus Plastik (Supaya tidak basah)
  • Makanan dan Minuman diatasnya
  • Jas Hujan letakkan dibagian atas atau dibagian lain tas agar mudah dikeluarkan sewaktu waktu.
  • Air mineral letakkan masing – masing di kantong samping agar seimbang
  • Baterai, Senter Cadangan, Powerbank sebaiknya dibungkus plastik atau gunakan wadah plastik / kotak makan sebagai wadahnya agar terhindar dari basah. Letakkan dengan makanan atau bagian kantong yang lain yang mudah dijangkau.
  • Obat – Obatan jangan tempatkan pada wadah plastik agar aman.
  • Handphone Letakkan ditempat yang aman, celana atau dimanapun agar mudah digunakan
  • Siapkan satu senter untuk kita pegang saat pendakian.
  • Jangan terlalu berlebihan membawa makanan, pakaian, dan lain – lain supaya tas tidak berat. Selalu siap jika cuaca berubah menjadi ekstrim (Hujan).


*Foto saat di Puncak Gunung Batur dengan bacground Puncak Gunung Batur 1 dan Gunung Abang

Ada tiga hal yang harus kita lakukan sebagai pendaki yaitu, jangan mengambil kecuali foto, jangan tinggalkan kecuali jejak, dan jangan membunuh kecuali membunuh waktu

About I Made Bayu Dwi Priana Yoga

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" Blogger, Tukang.
«
Next
This is the most recent post.
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Post a Comment

Silahkan untuk kawan-kawan yang ingin meninggalkan jejaknya di blog ini.,,,


Top